Edukasi

Apa itu Down Syndrome?

Down Syndrome (DS) adalah kondisi genetik yang terjadi ketika seseorang memiliki salinan kromosom 21 sebanyak tiga buah, alih-alih dua. Kondisi ini pertama kali dideskripsikan oleh dokter asal Inggris, John Langdon Down, pada tahun 1866.

Catatan penting: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan disusun berdasarkan sumber-sumber medis terpercaya. Konten ini tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau saran dari dokter atau tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan anak dengan dokter yang menangani.

Apa penyebabnya?

Pada manusia, setiap sel tubuh normalnya mengandung 46 kromosom yang tersusun dalam 23 pasang. Kromosom adalah struktur yang membawa gen — cetak biru untuk perkembangan dan fungsi tubuh.

Down Syndrome terjadi ketika ada salinan ekstra kromosom 21. Kromosom ekstra ini mengubah perkembangan tubuh dan otak, menghasilkan karakteristik fisik dan kognitif yang terkait dengan DS.

Penting untuk dipahami: DS tidak disebabkan oleh sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan orang tua selama kehamilan. Ini adalah kejadian kromosom yang umumnya terjadi secara acak, bukan akibat gaya hidup atau lingkungan.

Tipe-tipe Down Syndrome

Ada tiga tipe DS, masing-masing dengan mekanisme kromosom yang berbeda.

1

Trisomi 21

~95% kasus

Tipe paling umum. Terjadi ketika setiap sel tubuh memiliki tiga salinan kromosom 21, bukan dua. Disebabkan oleh kesalahan pembelahan sel (non-disjunction) selama pembentukan sel telur atau sperma. Tidak diwariskan — terjadi secara acak.

Penyebab: Non-disjunction selama meiosis (acak, tidak diwariskan)
2

Translokasi

~3–4% kasus

Bagian dari kromosom 21 melekat (bertranslokasi) ke kromosom lain, biasanya kromosom 14. Total kromosom tetap 46, tetapi ada materi genetik kromosom 21 ekstra. Sekitar 25% kasus translokasi diwariskan dari orang tua yang merupakan carrier — konseling genetik dianjurkan.

Penyebab: Sekitar 75% terjadi spontan, 25% diwariskan dari carrier
3

Mosaik (Mosaic DS)

~1–2% kasus

Hanya sebagian sel tubuh yang memiliki kromosom 21 ekstra, sementara sel lainnya normal. Terjadi akibat kesalahan pembelahan sel setelah fertilisasi. Individu dengan DS mosaik mungkin menunjukkan karakteristik DS yang lebih ringan, namun variasi antar individu sangat luas.

Penyebab: Non-disjunction pasca fertilisasi (tidak diwariskan)

Ciri & karakteristik

Tidak semua ciri berikut muncul pada setiap individu dengan DS. Setiap orang unik.

Ciri fisik umum

  • Wajah datar, terutama di area hidung
  • Mata berbentuk almond dengan sudut naik ke atas (epicanthal fold)
  • Leher pendek
  • Telinga kecil dan posisi lebih rendah
  • Tangan lebar dengan jari-jari pendek
  • Satu garis horizontal di telapak tangan (simian crease)
  • Tonus otot rendah (hipotonia) terutama saat bayi
  • Tinggi badan cenderung lebih pendek dari rata-rata

Kondisi kesehatan yang perlu dipantau

Kelainan jantung bawaan50–65%
Gangguan pendengaran75%
Gangguan penglihatan60–80%
Sleep apnea50–79%
Gangguan tiroid24–50%

Penting untuk diingat

  • Tidak semua ciri di atas muncul pada setiap individu dengan DS — setiap orang unik
  • Kemiripan dengan anggota keluarga tetap lebih kuat dari ciri DS secara umum
  • DS bukan penyakit — ini adalah kondisi kromosom yang dibawa sejak lahir
  • Tingkat kecerdasan dan kemampuan sangat bervariasi antar individu

Mitos vs fakta

Masih banyak kesalahpahaman tentang DS yang beredar di masyarakat. Mari kita luruskan bersama.

Mitos

Anak dengan Down Syndrome tidak bisa belajar atau berkembang.

Fakta

Dengan stimulasi dini, terapi, dan pendidikan yang tepat, anak dengan DS dapat belajar membaca, menulis, berhitung, dan mencapai kemandirian. Tingkat kemampuan sangat bervariasi — banyak individu DS dewasa yang bekerja dan hidup mandiri.

Mitos

Down Syndrome adalah penyakit yang bisa menular.

Fakta

DS sama sekali tidak menular. DS adalah kondisi kromosom yang terjadi saat pembuahan — tidak bisa ditularkan melalui kontak fisik, udara, maupun cara apapun.

Mitos

Hanya ibu berusia lanjut yang bisa melahirkan anak dengan DS.

Fakta

Usia ibu yang lebih tua meningkatkan risiko, namun DS bisa terjadi pada kehamilan di usia berapa pun. Menurut NDSS, sekitar 51% anak DS lahir dari ibu berusia di bawah 35 tahun, karena kelompok usia ini memiliki jumlah kehamilan yang jauh lebih banyak.

Mitos

Individu dengan DS selalu sakit-sakitan dan perlu dirawat seumur hidup.

Fakta

Kondisi kesehatan terkait DS sangat bervariasi antar individu. Dengan pemantauan rutin dan penanganan medis yang tepat, banyak individu DS hidup sehat dan produktif hingga usia lanjut.

Mitos

Anak dengan DS tidak bisa bergaul atau berteman.

Fakta

Individu dengan DS umumnya memiliki kemampuan sosial yang baik. Mereka dapat membangun persahabatan, berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, dan menikmati kehidupan sosial yang aktif.

Mitos

Down Syndrome bisa dicegah atau disembuhkan.

Fakta

DS tidak bisa dicegah maupun disembuhkan karena bukan penyakit. DS adalah bagian dari variasi manusia. Yang bisa dilakukan adalah deteksi dini melalui screening prenatal dan memberikan dukungan optimal untuk tumbuh kembang.

Mitos

DS pasti diwariskan dari orang tua.

Fakta

Sekitar 99% kasus DS (Trisomi 21 dan Mosaik) terjadi secara acak, bukan karena faktor keturunan. Hanya sekitar 1% kasus DS yang memiliki komponen herediter, yaitu pada sebagian kasus Translokasi.

Sumber: WHO, CDC, National Down Syndrome Society (NDSS), NIH/NICHD, AAP